Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat. Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka “diklat iman…

Continue readingJaulah

Penistaan Agama

Andai saja seorang buni yani tidak mengapload pidato Ahok barangkali isu penistaan agama tidak akan seheboh sekarang. Demikian juga andai saja Ahok tidak mencalonkan diri sebagai calon gubernur atau Ahok adalah orang pada umumya manusia dan bukan siapa-siapa, postingan buni yani hanya menjadi arsip/sampah media sosial. Anda mungkin sudah sering mendengar bahkan melihat dengan mata…

Continue readingPenistaan Agama

Benar dan Tidak

Kadang kita sendiri merasa benar. Padahal menurut orang lain tidak. Bagiku kebenaran hakiki milik Tuhan. Manusia hanya bisa meraba dan menduga. Kebenaran dan ketidak benaran adalah ikhtimal manusia yang belum sempurna. Tuhan cukup bijak; “berusahalah” begitu petikan ayat Tuhan, setidaknya untuk mendekati kebenaran manusia diarahkan menggali kebenaran itu dengan cara berusaha. Namun kenyataanya tidak. Usaha…

Continue readingBenar dan Tidak

Ujian Nasional

Mencerdaskan anak didik (siswa) tidak harus merubah dan mempersulit ujian akhir yang sering di plot sebagai tolak ukur keberhasilan seseorang selama menempuh pendidikan. keberhasilan siswa pada dasarnya bisa dilihat dari sejauh mana siswa bisa memahami dan mempraktekkan apa yang ia dapat selama menempuh pendidikan tersebut. Bagi saya pribadi,  nilai hanya sekeda angka yang bisa diibaratkan…

Continue readingUjian Nasional

Bantuan Bimbingan Kursus Bahasa

Seberapa besar anak desa mencintai bahasa? Adakah yang masih alergi dengan bahasa asing? Pertanyaan ini merupakan gejolak menjamurnya kursus-kursus bahasa yang ada di kawasanku. Suara-suara teriakan kosa kata acap kali aku dengarkan setiap ba’da magrib disini. Mungkin ini merupakan titik balik dari peradaban modern yang dituntut setiap individu bisa berkomunikasi asing. Dulu di Desaku, orang…

Continue readingBantuan Bimbingan Kursus Bahasa

MMPP

Alhamdulillah pelaksanaan MMPP (majelis musyawarah pengasuh pesantren) di ke kediaman kami berjalan sesuai keinginan. Bahkan melebihi prediksi sebelumnya yang terkesan biasa-biasa saja. Barangkali acara ini menjadi lebih marak bukan karena letaknya di komplek kami, tapi memang kaitannya dengan pencalonan menjadi orang nomer satu Nu di Banyuwangi. Pemilihan yang dilaksanakan awal tahun depan yang kurang beberapa…

Continue readingMMPP

Sebuah Kriteria

Setiap orang mempunyai kriteria tersendiri dalam menentukan arah hidupnya. Kriteria masa depan, angan-angan ataupun cita-cita. Dalam tatanan kultur sosial yang lazim di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, cita-cita selalu diidentikkan dengan keinginan seorang pelajar maupun seseorang yang masih dalam tahap tumbuh dan berkembang. Misalnya; cita-cita saya ingin jadi dokter, pilot, jadi seorang pengusaha, dll. Berbeda dengan seseorang…

Continue readingSebuah Kriteria

Musibah

Belum usai kisah pilu yang menimpa tetangga sebelah, kemarin gempa dengan kuatan 8,9 SR yang diikuti tsunami menggunjang wilayah Jepang. Nampaknya ini zaman semakin tak menentu dengan segudang amunisi yang tersembunyi. Musim tak bisa diterka semena-mena. Mana musim panas, mana musim hujan semuanya berubah menjadi satu titik kesimpulan “musim penghujan”. Akhirnya rakyat jelata,  kaum buruh,…

Continue readingMusibah

Menyusutnya Pesantren

Berubahnya paradigma berpikir masyarakat abad sekarang mengisolasi tradisi agama (baca; pesantren) semakin memudar. Akhirnya proses pendidikan yang banyak diminati oleh kaum menengah ke bawah saat ini tinggal segelintir orang. Banyak pemuda sekarang cenderung lebih memilih pada usaha berbasis skil yang diklaim memberikan pencerahan hidup lebih terjamin. Lalu adakah yang salah dengan dunia pesantren? Minggu lalu…

Continue readingMenyusutnya Pesantren

Musim Putus

Baru-baru ini Banyuwangi menjadi kabupaten di Jawa Timur yang menduduki rangking satu tingkat perceraian. Setidaknya di desa saya saja ada 18 perceraian dalam kurun waktu satu tahun belakangan ini. Perkembangan ala budaya dan produk Barat maupun metropolis? tersebut telah menjelma dalam ruang lingkup pedesaan semakin ngetren. Angka perceraian ini mengubah segalanya soal budaya desa yang…

Continue readingMusim Putus