Abddillah As’ad

Pagi itu cuaca di sini sedang ekstrim. Dua buah pakaian dilapisi jaket rasanya belum cukup menutupi tulang ini dari gerogotan cuaca. Tiba-tiba suara ponsel saya berdering nyaring ditengah yang lain sedang asyik membuat pulau dibawah naungan selimut. “Salam, ini ada informasi, kalau mau ikutan ke Luxor bareng Idarah Wafidien segera daftar pumpung belum ditutup”. Suara…

Continue readingAbddillah As’ad