Mengikuti Jadwal Kontrol

Kemarin merupakan jadwal anak saya kontrol di rumah sakit Primer Surabaya yang ke sekian kalinya. Sejak operasi pertama kali pada bulan April 2017 dilanjutkan operasi ke dua bulan Februari 2018. Dan selanjutnya rutin kontrol sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan hingga kali ini.

Tidak terasa ternyata ini merupakan kontrol yang berpuluh kali sejak awal operasi, dan alhamdulillah mengikuti saran dokter sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Cuman ternyata hari ini jadwal diundur hingga bulan September karena dokter sedang berada di Jambi.

Di sinilah tempat latihan bicara.

Mengontrolkan anak menjadi rutinitas yang sudah terjadwal oleh pihak rumah sakit. Perjalanan Banyuwangi – Surabaya bukanlah sesuatu yang pendek dan bukan pula sesuatu perjalanan yang jauh-jauh amat. Apalagi sekarang ini sudah tersambung tol dari Surabaya hingga Leces terasa perjalanan tadi malam seperti mimpi saja, tiba-tiba sudah di Surabaya dalam waktu relatif singkat atau satu jam dari Tol di Leces.

Apalagi nanti yang rencananya bakalan tersambung tol ke Banyuwangi, perjalanan tambah lebih singkat lagi. Surabaya- Banyuwangi gak bakalan ber hari-hari. Seperti dulu kala ketika masih belum tersambung Tol hingga Leces, perjalanan pasti memakan waktu sedikit lama. Paling minim menghabiskan 2 hingga 3 hari pp surabaya – banyuwangi

Perjalanan enak dilakukan pada malam hari karena sepi dan gak macet.

Apalagi yang menyopir adalah orang yang agak gesit dan “banter” lebih singkat lagi. Seperti Pak Jo alias Jauhari, sopir satu ini luar biasa cepatnya. Tadi malam saja ketika berangkat maupun pulang terasa cepat sekali padahal masih terpotong oleh istirahat dll. Pulang dari Surabaya menjelang magrib sampai di Banyuwangi pukul satu malam. Apalagi kalau tanpa berhenti bisa jadi jam sembilan sudah sampai Banyuwangi.

Sopir pak Jo yang sedang ngopi di tepi jalan kota Jember tadi malam.

@@@@@@@

Kontrol kali ini adalah merupakan kontrol lanjutan latihan wicara dengan dokter ahlinya. Plus pengontrolan perkembangan pasca operasi kedua tahu lalu. Untuk melihat sejauh mana perkembangan gusi dan lainnya. Karena pengontrolan ini terus berlanjut hingga umur sembilan tahun. Jika dirasa perkembangannya baik maka tidak akan dikakukan operasi lagi. Jika masih kurang ada perkembangan maka akan dilakukan operasi pada usia sembilan tahun untuk perkembangan gusi dll.

Tempat yang pertama kali saya jujuk untuk istirahat setiap kali mengontrolkan anak yaitu pesantren Bismar al Mustaqiem.

Tapi saya lihat anak saya ini termasuk anak yang aktif dan komunikatif, walau kadang kalau bicara kurang bisa saya pahami dengan baik. Masih ada suara-suara bindeng yang mungkin saja penyebab dari wicaranya kurang bisa saya pahami. Toh kadang anak saya mempraktekkan apa yang ia maksud ketika orang yang diajak bicara tidak bisa memahaminya. Semisal adiknya nangis, lalu memberitahu ke uminya atau saya kalau yang diajak bicara tak memahami maka dia mempraktekkan dengan cara nangis. Demikian pula ketika mau minum atau makan yang kadang juga kurang bisa saya pahami , juga langsung mempraktekkan dengan tingkah lakunya makan/minum.

Satu hal yang mungkin saya pahami dari anak saya ini adalah cepat nangkap dan cepat mengikuti apa yang saya bicarakan. Dari beberapa anak saya, baik nomer satu maupun nomer dua, anak ke tiga saya ini mungkin memiliki kelebihan atau kecerdasan diatasnya. Amien. Walaupun masih banyak pr yang perlu dilatih terus menerus dengan telaten.

Anakku ke tiga yang sudah menjalani latihan bicara.

kini anak saya sudah berusia dua tahun setengah.

Perkembangan badan dan pola hidupnya sama dengan kakak-kakanya. Tidak ada kelainan, semua normal. Cuman sekali lagi memang butuh adaptasi dan ketlatenan dalam melatih ngomong. Tapi itu semua tetap harus bersyukur karena diberi bentuk tubuh yang bisa disempurnakan meski tak sempurna-sempurna amat.

Di tengah menunggu untuk giliran dipanggil dokter, masih sempatnya order makanan lewat gojek.

Meski agak sedikit kecewa dengan kontrol kali ini, karena; pertama, ternyata jadwal kontrol ditunda hingga September dan mungkin juga keteledoran saya karena tak mengamati informasi yang sebelumnya sudah di share di groups WA tentang jadwal penundaan latihan bicara. Kedua; rencana lainnya jagong bayi ke rumahnya mbak Oot (alumni mbrasan yang sejak operasi pertama hingga operasi ke dua rumahnya saya jadikan sebagai tempat persinggahan) juga tak berada di rumah alias sedang menuju ke Bandung karena ada acara disana. Dan lagi-lagi tak konfirmasi sebelumnya yang mau menyambangi rumah mbak Oot karena alasan awalnya supaya suprise sekaligus biar tak merepotkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *